Selasa, 25 November 2008

Tesis vulgar

Salah satu halangan dalam menulis tesis adalah tiba-tiba rasa tidak pede muncul. Takut salah nulis, takut salah analisis, takut diketawain.
Kalau sudah begitu, saya langsung membongkar-bongkar tugas lama saya (yang nilainya memuaskan, kalo yang kurang memuaskan ya gak saya lihat. Ntar bikin tambah down lagi). Melihat tugas-tugas lama, rasa percaya diri saya langsung kembali. Saya yakin saya punya kemampuan untuk menganalisis dan menulis.
Alhamdulillah, bab 1 sampai 4 udah kelar. Semoga disetujuin bu Mel, amin!

Dulu Andrei (yak, teman saya yang lidahnya pintar sekali berjumpalitan) pernah berkomentar skripsi saya harus disensor karena terlalu vulgar. Nah, jadi pengen tau apa komentar dia setelah membaca tesis saya. Kayaknya sih bakal dibilang vulgar lagi.

Oh iya, masih ingat notebook biru muda yang saya beli beberapa bulan lalu? Notebook itu akan saya jadikan jurnal buku. Jadi setelah membaca buku, saya akan menulis tanggapan saya mengenai buku tersebut di notebook itu.
Yes, akhirnya ada juga gunanya mengeluarkan uang IDR 12,500!

2 komentar:

thesouthernstar mengatakan...

i write this just because i know YOU pretty well, darling miss Ayu. keep in mind that i would never write this to just about random people:

Never doubt yourself, let alone on writing matter, and your thesis in particular. You have the wit and what it takes to write anything YOU want. I have my faith in you.

PS. on another random note, nanti dibawa ya notebook 12.500nya =P

Atchoo. mengatakan...

Thank you so much, miss O. Membaca komentar kamu bikin aku tambah percaya diri. Peluk hangat untuk dirimu :)

Eh bu, 12.500-nya disebut terus deh hahahaha.